Loading...

Tingkatkan Mutu Kerjasama Stakeholder, Prodi PGMI Pendampingan Evaluasi Tematik dan Coding dalam Implementasi Kurikulum Cinta dan Pembelajaran Mendalam

Diterbitkan pada
4 Agustus 2026 08:00 WIB

Baca

Sukoharjo- Dalam upaya meningkatkan mutu kerja sama dengan stakeholder eksternal serta memperkuat kualitas pendidikan dasar Islam, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menggelar kegiatan pendampingan bertajuk "Implementasi Kurikulum Cinta Melalui Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Praktik Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah". Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin (03/08/2026) berlokasi di MI Al Islam Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pendidik MI Al Islam Kartasura dan dibuka secara resmi oleh Kepala MI Al Islam Kartasura, Muhammad Azhari Yulianto, S.HI. Kegiatan ini menghadirkan tim pakar dan akademisi PGMI UIN Raden Mas Said Surakarta yang terdiri dari Prof. Dr. Purwanto, M.Pd., Reno Nurdiyanto, S.Pd., M.Pd., serta Arif Yudi Asmara, S.Ag., M.Si.

Sesi materi diawali oleh Prof. Dr. Purwanto, M.Pd. yang memaparkan tentang evaluasi pembelajaran tematik di SD/MI. Dalam penyampaiannya, beliau menyoroti pentingnya ketepatan pemilihan dan pengembangan jenis-jenis instrumen evaluasi agar mampu mengukur capaian belajar siswa secara komprehensif dan objektif sesuai dengan prinsip deep learning.

Pada sesi berikutnya, Arif Yudi Asmara, S.Ag., M.Si. memberikan penguatan terkait nilai-nilai keagamaan dalam proses pembelajaran. Beliau menegaskan bahwa pendidikan hari ini dihadapkan pada disrupsi nilai, sehingga tanpa jangkar agama, ilmu akan kehilangan arah moral dan karakter siswa kehilangan fondasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan empat karakter utama yang wajib dimiliki oleh seorang guru, yakni profesionalisme, sikap spiritual, akhlak mulia, serta sikap terbuka.

Setelah jeda coffee break, kegiatan dilanjutkan dengan materi inovasi media pembelajaran yang disampaikan oleh Reno Nurdiyanto, S.Pd., M.Pd. Pada sesi pertama, beliau mengenalkan konsep Computational Thinking yang disesuaikan untuk siswa kelas 1 hingga 6. Para guru diajak langsung mengakses portal s.id/teknologiPGMI sebagai pusat sumber belajar coding sekolah dasar serta mempraktikkan pemanfaatan Blockly Games.

Tak berhenti pada media digital, Reno Nurdiyanto juga membekali para peserta dengan praktik coding tanpa digital (unplugged coding). Menggunakan lembar kerja yang diunduh melalui s.id/AktivitasCoding, para guru diajak mensimulasikan permainan labirin kertas, gerakan robotik (robotic action), hingga pemanfaatan barang-barang bekas di sekitar lingkungan sekolah untuk mengenalkan logika pemrograman secara menyenangkan kepada siswa.