
Kartasura, 8 Agustus 2026 – Upaya peningkatan mutu pendidikan terus diupayakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta melalui kegiatan bertajuk “Peningkatan Kerjasama Prodi PGMI dengan Stakeholder Eksternal dalam Pendampingan Implementasi Kurikulum Cinta melalui Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Praktik Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah.” Kegiatan yang berlangsung di SDIT Taqqiya Rosyida Kartasura ini melibatkan 35 peserta dari kalangan guru dan diadakan sebagai langkah nyata memperkuat sinergi antara dunia kampus dan madrasah.
Kegiatan dimulai dengan sambutan hangat dari Kepala SDIT Taqqiya Rosyida Kartasura yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam menyusun evaluasi pembelajaran yang kontekstual dan menantang kemampuan berpikir siswa. Sambutan tersebut disambut oleh perwakilan tim dosen Prodi PGMI UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Retno Wahyuningsih, M.Pd., yang menegaskan komitmen kampus untuk mendampingi guru madrasah dalam mengimplementasikan Kurikulum Cinta melalui perangkat pembelajaran yang inovatif dan praktik Deep Learning.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi utama oleh tim dosen yang terdiri dari Dr. Retno Wahyuningsih, M.Pd., Dr. Suprapti, M.Pd., dan Pratiwi Rahmah Hakim, M.Pd. Materi yang disampaikan meliputi implementasi Kurikulum Cinta, strategi penyusunan soal berbasis Taksonomi Bloom Revisi, hingga praktik pembuatan instrumen evaluasi yang adil dan inklusif. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teoretis, namun juga difasilitasi dengan handout, lembar kerja, serta kesempatan praktik langsung dalam lokakarya penyusunan soal HOTS.

Sesi tanya jawab yang dipandu oleh Dr. Suprapti, M.Pd. berlangsung interaktif, di mana para guru aktif berdiskusi mengenai tantangan dalam memilih stimulus soal dan penggunaan kata kerja operasional pada soal HOTS. Diskusi tersebut membuka wawasan baru bagi peserta mengenai pentingnya stimulus yang kontekstual, relevan, dan mampu memicu berpikir kritis siswa.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan refleksi bersama dan pengisian angket evaluasi. Pihak madrasah menyampaikan apresiasi atas kontribusi tim dosen dan berharap akan ada pelatihan lanjutan secara berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan perangkat asesmen tematik. Sementara itu, tim PGMI UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kerjasama akademik dan mendampingi guru dalam pengembangan profesionalisme.
Kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar dan partisipatif, tetapi juga berhasil memberikan pengalaman praktis yang berarti bagi para guru. Sinergi antara kampus dan madrasah seperti ini diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21, sekaligus mendorong terciptanya proses belajar mengajar yang lebih bermakna dan relevan bagi peserta didik.
Mahasiswi PGMI Raih Terbaik 2 Lomba Microteaching Mahasiswa FORDETAK
1 bulan yang lalu - Prestasi
Mahasiswa PGMI Raih The Best of The Best Microteaching pada Lomba Ketarbiyahan FORDETAK
1 bulan yang lalu - Prestasi