Yogyakarta – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Raden Mas Said Surakarta, Reno Nurdiyanto, S.Pd., M.Pd., menjadi narasumber dalam kegiatan pengembangan kompetensi guru yang diselenggarakan oleh Gugus PAUD V Gamping, Sleman. Kegiatan ini mengusung tema "Pengembangan Multimedia Berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Coding" dan dilaksanakan di Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta, Jalan HOS Cokroaminoto No. 162, Yogyakarta.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan pembelajaran coding, sebagai bagian dari inovasi pembelajaran abad ke-21. Melalui kegiatan ini, para guru memperoleh wawasan mengenai pentingnya penguatan literasi digital sejak usia dini dengan pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak.
Dalam sesi pemaparannya, Reno Nurdiyanto menyampaikan materi mengenai pengenalan coding untuk anak usia taman kanak-kanak (TK) yang berfokus pada pengembangan Computational Thinking (CT). Materi disusun agar guru mampu mengenalkan konsep berpikir komputasional tanpa harus mengajarkan bahasa pemrograman yang rumit. Anak-anak diajak mengembangkan kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, mengenali pola, menyusun urutan langkah, serta melakukan dekomposisi melalui berbagai aktivitas yang menarik.
Pembelajaran coding yang diperkenalkan terdiri atas dua pendekatan, yaitu aktivitas berbasis layar (screen-based activities) dan aktivitas unplugged (tanpa menggunakan perangkat digital). Pada aktivitas berbasis layar, peserta diperkenalkan dengan berbagai platform pembelajaran coding yang dapat diakses melalui portal s.id/teknologiPGMI. Melalui laman tersebut, guru dapat memilih berbagai situs edukatif yang dirancang khusus untuk mengenalkan konsep coding kepada anak usia dini secara interaktif dan menyenangkan.
Sementara itu, pada aktivitas unplugged, peserta mempraktikkan berbagai permainan edukatif yang melatih kemampuan computational thinking tanpa menggunakan komputer atau gawai. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran coding tidak selalu identik dengan penggunaan teknologi, tetapi lebih menekankan pada proses berpikir sistematis dan penyelesaian masalah melalui permainan, gerak, maupun aktivitas kolaboratif.
Selama kegiatan berlangsung, Reno Nurdiyanto didampingi oleh tim pendamping yang terdiri atas Dr. Aji Joko Budi Pramono, S.T., M.T., Isnan Nabawi, S.Pd., M.Kom., dan Wildan Nadiyal Ahsan, M.Kom. Kehadiran tim ini turut memperkaya diskusi serta memberikan pendampingan kepada peserta dalam memahami implementasi pembelajaran coding dan pemanfaatan teknologi AI di lingkungan pendidikan anak usia dini.

Peserta mengikuti pelatihan dengan antusias. Berbagai simulasi pembelajaran, demonstrasi penggunaan media digital, hingga praktik langsung aktivitas computational thinking menjadi pengalaman baru bagi para guru PAUD. Mereka juga berdiskusi mengenai strategi mengintegrasikan pembelajaran coding ke dalam kegiatan bermain yang sesuai dengan kurikulum dan perkembangan anak.
Melalui kegiatan ini diharapkan para guru PAUD semakin siap mengimplementasikan pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Pengenalan computational thinking sejak usia dini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi sebagai kompetensi utama abad ke-21.
Mahasiswi PGMI Raih Terbaik 2 Lomba Microteaching Mahasiswa FORDETAK
16 jam yang lalu - Prestasi
Mahasiswa PGMI Raih The Best of The Best Microteaching pada Lomba Ketarbiyahan FORDETAK
16 jam yang lalu - Prestasi