Loading...

Benchmarking PGMI UIN Raden Mas Said Surakarta ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Penguatan Regulasi Kebijakan Inklusi di Tingkat Universitas

Diterbitkan pada
9 Juli 2026 08:00 WIB

Baca

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat komitmen dalam membangun lingkungan akademik yang ramah inklusi, setara, dan mudah diakses oleh seluruh mahasiswa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan benchmarking dan sharing session ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Selasa, 7 Juli 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas M. Irfan Syaifuddin, Pratiwi Rahmah Hakim, dan Okta Nurul Hidayati. Melalui kegiatan ini, tim berupaya mengkaji kebutuhan layanan inklusi di perguruan tinggi sebagai dasar penyusunan policy brief penyelenggaraan pembelajaran inklusif.

Pada tahap awal, dosen PGMI UIN Raden Mas Said Surakarta dan tim diterima oleh Center for Students with Special Needs (CSSN) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penerimaan tersebut dipimpin oleh Prof. Siti Nurul Azkiya, Ph.D., selaku Ketua CSSN UIN Jakarta, bersama jajaran pengelola layanan disabilitas kampus.

 

Pertemuan dengan CSSN memberikan gambaran mengenai pentingnya pusat layanan disabilitas dalam mendampingi mahasiswa berkebutuhan khusus. Lembaga semacam ini memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kebutuhan mahasiswa, kebijakan kampus, serta penyediaan fasilitas pendukung yang berkelanjutan. Dengan demikian, layanan inklusi tidak hanya dipahami sebagai penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga sebagai sistem pendampingan yang terintegrasi dalam tata kelola perguruan tinggi.

Kehadiran Reyhan, M.A., dosen tunanetra UIN Jakarta, turut memberikan perspektif penting mengenai makna kampus ramah inklusi. Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman bahwa inklusi harus dibangun melalui penerimaan, pelibatan, dan penghormatan terhadap keberagaman kemampuan seluruh warga kampus.

Setelah melakukan pendalaman di CSSN, rombongan UIN Raden Mas Said Surakarta juga mengikuti sesi diskusi bersama jajaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, tim diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UIN Jakarta, Dr. Sofyan Rizal, M.Si.; Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Dr. Erika Amelia, M.Si.; serta Dr. Ady Cahyadi, S.E., M.Si., CRMP., dosen Program Studi Ekonomi Syariah.

Diskusi berlangsung secara dialogis dengan fokus pada penguatan fasilitas dan layanan akademik bagi mahasiswa disabilitas. FEB UIN Jakarta memaparkan sejumlah fasilitas yang telah dikembangkan untuk mendukung aksesibilitas mahasiswa, antara lain jalur pemandu atau guiding block, kursi roda operasional, dan toilet khusus disabilitas. Fasilitas tersebut menjadi contoh praktik baik dalam menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan setara. Pengalaman lapangan ini memberikan gambaran konkret mengenai tantangan mobilitas yang dihadapi penyandang disabilitas, sekaligus menunjukkan pentingnya perencanaan fasilitas kampus yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna.

 

Bagi PGMI UIN Raden Mas Said Surakarta, kegiatan benchmarking ini menjadi langkah penting dalam merumuskan arah pengembangan kampus yang lebih ramah inklusi. Hasil kunjungan diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan rekomendasi dalam memperkuat layanan akademik, meningkatkan aksesibilitas fasilitas, serta membangun kebijakan yang lebih berpihak kepada mahasiswa penyandang disabilitas.

Melalui kegiatan ini, PGMI UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan bahwa kampus inklusif bukan hanya tentang ketersediaan sarana fisik, melainkan juga tentang komitmen kelembagaan untuk memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan tinggi. Dengan semangat tersebut, UIN Raden Mas Said Surakarta terus berupaya menjadi ruang akademik yang ramah, terbuka, dan berkeadilan bagi seluruh sivitas akademika. (PRH)